Berita Terbaru
Loading...

Terbaru

31 Mei 2017
Seminar Perancangan Inovasi Diklat PIM III Kab. Minahasa Utara

Seminar Perancangan Inovasi Diklat PIM III Kab. Minahasa Utara

Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Kabupaten Minahasa Utara pada kemarin hari telah melaksanakan seminar perancangan inovasi (Seminar I). Dalam seminar ini project leader mempresentasikan rancangan proyek perubahan yang telah disusun untuk selanjutnya didiskusikan bersama mentor, coach, dan penguji.
Saran penyempurnaan rancangan proyek perubahan diberikan kepada para project leader supaya dapat memberikan arah yang lebih jelas pelaksanaan proyek perubahan dalam tahapan laboratorium kepemimpinan. Seminar ini berlangsung lancar karena kesiapan panitia, project leader dan kehadiran para mentor tepat waktu. Adapun coach dan penguji dalam kegiatan seminar ini:
Coach;
1. Ir. Djuhardi Joroh
2. Drs. Jeffry Sambur, MAP
3. Gerald Rawis, ST., MM
4. Shinta Papia, ST., MM
Penguji:
1. Ir. Jeffry Senduk (Kaban Diklat)
2. Drs. Yahya Rondonuwu, M.Si
3. Ir. Yulius Ramba, M.Si
4. Ir. Jefferson Waha, MAP
30 Mei 2017
Assesment Calon Kepala SMA/SMK/SLB di Badan Diklat Prov. Sulut

Assesment Calon Kepala SMA/SMK/SLB di Badan Diklat Prov. Sulut

Proses Assesment calon kepala SMA/SMK/SLB se-Sulawesi Utara harus bebas dari suap dan pungutan liar (Pungli). 
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw saat membuka kegiatan Assesment Calon Kepala SMA/SMK/SLB Se Sulut di Aula Bandiklat Maumbi, Senin (29/5/2017) pagi.
"Tidak boleh ada praktik pungli. Bapak Gubernur juga menegaskan tidak ada biaya satu rupiah pun yang dikeluarkan peserta selama proses assesment ini. Kalau ada yang minta-minta atau pungli segera lapor!," tegasnya di hadapan peserta assesment.
Pelaksanaan assesment yang bersih dan transparan dikatakan Kandouw sebagai syarat penting untuk memajukan dunia pendidikan di Sulut. Nantinya dari 365 peserta akan bersaing meraih 204 posisi kepala sekolah.
Lebih jauh, Kandouw menjelaskan, penanganan assesment calon kepala SMA/SMK/SLB oleh Pemprov Sulut telah diatur Undang-Undang. "Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, kewenangan untuk SMA/SMK itu sudah di Pemprov. Kami pasti menanganinya seoptimal mungkin,’’ bebernya.
Oleh sebab itu, Wagub Kandouw meminta seluruh kepala sekolah yang nantinya berhasil melewati assesment agar tidak cepat berpuas diri. Jika tidak mencapai target yang sudah ditetapkan maka kepala sekolah bersangkutan bakal diganti.
"Kepala sekolah yang lulus tes tetap harus memberikan kinerja yang maksimal. Seluruh kepala sekolah akan dievaluasi setelah enam bulan menjabat," imbuhnya.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan di Badan Diklat Prov. Sulut turut dihadiri Sekdaprov Edwin H. Silangen, SE, M.Si, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. John Palandung Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Dr. Femmy M. Suluh, M.Si, Kepala Badan Diklat Ir. Jeffry Senduk dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Gemmy Kawatu. (B/HPS)
22 Mei 2017
Selamat.. Badan Diklat Prov. Sulut Sukses memfasilitasi Rakornas Pengembangan Kompetensi ASN 2017

Selamat.. Badan Diklat Prov. Sulut Sukses memfasilitasi Rakornas Pengembangan Kompetensi ASN 2017


Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Kompetensi ASN yang dibuka tanggal 18 Mei 2017 oleh MENPAN RB Dr. Asman Abnur, SE., M.Si, berakhir dan ditutup pada Jumat 19 Mei 2017 di Hotel Sintesa Peninsula Manado. Kepala LAN RI Dr. Adi Suryanto, M.Si menjadi Keynote Speech dengan tema materi, Tantangan dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN Nasional. Di samping itu ceramah dari berbagai narasumber dipaparkan pada Rakornas kali ini, seperti:
  1.  Implikasi Mandat PP 11 Tahun 2017 bagi Instansi Pemerintah, dibawakan oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Kementrian PAN RB (Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl, SE., M.Eng.)
  2. Pengembangan Kompetensi ASN dalam konteks Human Resource Management, dibawakan oleh Sestama LAN RI (Sri Hadiati, SH., MBA)
  3.  Strategi Pemenuhan Hak Pengembangan Kompetensi 20 JP, dibawakan oleh Kepala P3D LAN RI (Dra. Reni Suzana, MPPM)
  4. Peran BPSDM Provinsi dalam Pengembangan ASN Daerah, dibawakan oleh Kepala BPSDM Kemendagri (Drs. H. Teguh Setyabudi, M.Pd)

Sharing Session disajikan juga dalam Rakornas kali ini, dengan tema:
  1. Pengembangan Program Pelatihan Teknis: Lesson Learnt Koordinasi Kementrian dengan Daerah dibawakan oleh Kepala BPSDM Kementrian PUPR.
  2.  Pengelolaan Program Pelatihan Terpadu dan Kemandirian Lembaga Pelatihan dibawakan oleh Badiklat Provinsi Jawa Timur.
  3.  Tantangan Pengembangan Kompetensi ASN wilayah terpencil dibawakan oleh BPSDM Provinsi Papua.

MENPAN RB bersama Kaban Diklat dan Sekban Diklat Prov. Sulut
Rakornas ini merupakan kerjasama LAN RI dengan Pemprov Sulawesi Utara yang difasilitasi Oleh Badan Diklat Provinsi Sulut. Peserta Rapat mengikuti setiap sesi kegiatan dengan serius dan menyatakan apresiasi pujian terhadap penyelenggaraan Rakornas di Manado yang merupakan Rakornas pertama yang diselenggarakan oleh LAN RI di luar Jakarta.

Kehadiran Menteri PAN RB dan semua Penceramah sesuai yang dijadwalkan serta semangat antusiasme peserta Rakor, kesemuanya itu merupakan hasil kerja keras semua Panitia dari LAN RI maupun panitia daerah yang didukung penuh oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw, Sekretaris Daerah Edwin Silangen, SE., MS serta seluruh pimpinan yang ada. Keberhasilan Rakornas ini dilengkapi dengan kesuksesan Badan Diklat Prov. Sulut meraih Akreditasi A untuk Diklat Kepemimpinan Tingkat III, Akreditasi B untuk Diklat Kepemimpinan Tingkat IV serta Pendidikan Dasar CPNS Gol. I,II maupun III.

Secara khusus disampaikan terima kasih kepada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dalam hal ini Kepala LAN RI Dr. Adi Suryanto beserta jajaran yang telah mempercayakan Provinsi Sulawesi Utara sebagai tempat Rakornas.

Selamat Badan Diklat Prov. Sulut teruslah berkarya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
20 Mei 2017
MENPAN RB: Model Kerja ASN harus berubah tidak boleh kalah dengan swasta

MENPAN RB: Model Kerja ASN harus berubah tidak boleh kalah dengan swasta

Dr. Asman Abnur mengatakan pentingnya perubahan cara kerja ASN, ada kesan saat ini seorang ASN masuk kantor karena adanya absen apalagi absensi yang sudah memakai teknologi berpa finger print dan lainnya. Pemikiran seperti ini harus diubah, manajemen kinerja harus menjadi pola kerja Aparatur Sipil Negara. Model kerja ASN ke depannya jangan sampai kalah dengan cara kerja swasta. Hal ini dikatakan MENPAN RB pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Kompetensi Kediklatan pada Kamis (18/05/17) di Manado.
Lebih lanjut MENPAN RB mengatakan dalam beberapa kunjugannya ke beberapa instansi swasta ditemukan banyak hal yang harusnya menjadi model kerja ASN, contoh kecilnya ketika mengunjungi salah satu RS swasta di Jakarta yang melarang pegawainya membawa Handphone dalam melaksanakan tugas, pelayanan yang dilakukan ASN harus lebih dari yang dilakukan swasta, tidak ada lagi ASN yang sibuk bermain HP sewaktu melaksanakan tugas.
Birokrasi Indonesia harus berubah supaya Indonesia dapat menjadi negara yang maju dan disegani dunia ditengah persaingan antar negara. Presiden menyampaikan hal terkait paradigma persaingan antar negara yang  terjadi saat ini. Bahwa paradigma persaingan sekarang bergeser bukan lagi antara negara besar atau kecil, tetapi kepada negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.
Penguasaan teknologi informasi oleh ASN sangat penting karena saat ini pemerintah terus mengembangkan model pemerintahan berbasis teknologi informasi untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.  MENPAN RB mengingatkan pentingnya jiwa Hospitality yang harus dimiliki ASN, jangan sampai ada ASN yang merasa dirinya penguasa karena pada dasarnya ASN adalah pelayan masyarakat. Jiwa melayani harus menjadi bagian ASN, hal ini seirama dengan Program Gerakan Indonesa Melayani. Seperti diketahui Dalam Program Gerakan Indonesia Melayani, Menteri PANRB selaku koordinator akan difokuskan kepada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara, peningkatan penegakan disiplin Aparatur Pemerintah dan Penegak Hukum, penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (e-government), penyempurnaan sistem manajemen kinerja (performance-based management system) Aparatur Sipil Negara dan peningkatan perilaku pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan responsif. Gerakan Indonesia Melayani juga akan fokus kepada penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi), penyederhanaan pelayanan birokrasi (debirokratisasi), peningkatan penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan publik, peningkatan penegakan hukum dan aturan di bidang pelayanan publik serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi beserta keteladanan pimpinan.
Dalam kesempatan pengarahan ini, MENPAN RB mengatakan jika model kerja ASN benar-benar berubah.profesi ASN ke depannya akan menjadi salah satu profesi dengan gaji tinggi di negeri ini.

19 Mei 2017
Salut untuk Bandiklat..!! MENPAN RB menyerahkan Sertifikat Akreditasi Badan Diklat Prov. Sulut

Salut untuk Bandiklat..!! MENPAN RB menyerahkan Sertifikat Akreditasi Badan Diklat Prov. Sulut

Dalam rangkaian pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan Kompetensi ASN dilakukan penyerahan Sertifikat Akreditasi Badan Diklat Prov. Sulut oleh Menteri PAN RB Bapak Dr. Asman Abnur, SE., M.Si kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Bapak Edwin Silangen SE., MS yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, disaksikan Kepala LAN RI Bapak Dr. Adi Suryanto dan Kepala Badan Diklat Prov. Sulut Bapak Ir. Jefry Senduk serta peserta Rakornas.
Sertifikat akreditasi diraih Badan Diklat setelah melalui beberapa tahapan penilaian oleh LAN RI mulai dari pengiputan dokumen sampai tahap visitasi. Hasil penilaian untuk Badan Diklat sebagai berikut:
Pendidikan dan Pelatihan Tingkat III : Terakreditasi A
Pendidikan dan Pelatihan Tingkat IV : Terakreditasi B
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan III : Terakreditasi B
Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan I & II : Terakreditasi B
Kepala Badan Diklat Prov. Sulut Ir Jefry Senduk menyatakan hasil akreditasi yang diraih merupakan kerja keras semua stakeholder Badan Diklat dan beliau menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses re-akreditasi sejak tahun 2016 lalu dan hasilnya telah boleh diterima saat ini, dan mengajak untuk terus berkerja dalam mewujudkan Badan Diklat Prov. Sulut menjadi lembaga kediklatan terdepan di Indonesia Timur.

Selamat untuk Badan Diklat Provinsi Sulawesi Utara untuk prestasi yang telah diraih, dan teruslah berkarya dalam mencetak ASN-ASN handal, berkualitas dan cinta NKRI.

Main Post